Postingan

Kiriman dari Sahabat Terang Bagi Kota

dari : Sdr Darma # Inspirasi Pagi # Satu Jam yang Sederhana _(renungan buat kita semua )..* Seorang anak datang kepada ayahnya dan bertanya dengan polosnya : ”Apakah kita bisa hidup tidak berdosa selama hidup kita, Ayah…? “ Ayahnya memandang kepada anaknya itu kemudian berkata : ”Tidak, nak… “ Anak ini kemudian memandang ayahnya dan berkata lagi… ”Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun…?” Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum. ”Oh...., bagaimana kalau 1 bulan, apakah kita bisa hidup tanpa melakukan kesalahan…?” Ayahnya tertawa… ”Mungkin tidak bisa juga, nak…” ”OK ayah, ini yang terakhir kali… Apakah kita bisa hidup tidak berdosa dalam 1 jam saja…?” Akhirnya ayahnya mengangguk. “Kemungkinan besar, bisa nak…” Anak ini tersenyum lega… ”Jika demikian, aku akan hidup benar dari jam ke jam, ayah. Kelihatannya akan lebih mudah menjalaninya, dan aku akan menjaganya dari jam ke jam, sehingga aku dapat hidup dengan benar… “ Pernyataan ...

Perenungan Pribadi Slamet Priyanto

Perenungan Pribadi:                    "Begal"      Begal adalah suatu profesi yang awalnya, banyak ditemukan di provinsi Lampung. Orang yang berprofesi begal biasanya bersembunyi di hutan atau jalanan sepi membawa senjata ringan, seperti pedang, chainsaw, AK-47, M16, pistol. Ketika ada motor atau mobil lewat, menyetopnya menodongkan senjatanya, kemudian meminta barang yang dibawa dengan paksa.      Menurut kamus, begal/be·gal/bégal juga disebut penyamun; membegal/mem·be·gal yakni merampas di jalan; menyamun.      Terhadap aksi pembegalan yang masih sering terjadi, kalau kita bepergian tidak perlu memakai perhiasan yang bisa memancing begal untuk melaksanakan aksinya.      Kapolri, jenderal Tito Karnavian, memerintahkan aparat polisi untuk melumpuhkan begal dengan menembak kakinya. Kalau ada perlawanan dan membahayakan boleh ditembak mati. Dengan demikian kalau perenu...

Perenungan Pribadi Slamet Priyanto

Perenungan Pribadi:                    "Mukidi"      Akhir-akhir ini dunia maya kita dihebohkan oleh 'Mukidi'. Fenomena apakah ini? Apakah atau siapakah 'Mukidi' itu?      Kalau di luaran sana banyak versi kisah tentang 'Mukidi', tulisan ini mungkin salah satunya yang membuat kita tertawa.      Setelah di cari diberbagai situs ternyata 'Mukidi' memang seorang tokoh fiksi yang kebanyakan cerita bergenre humor dengqn judul kisah: 'Mukidi Lapar'      Mukidi masuk ke sebuah rumah makan. Ia memesan ayam goreng. Tak lama kemudian sebuah ayam goreng utuh tersaji. Baru saja Mukidi hendak memegangnmya, seorang pelayan datang tergopoh-gopoh: 'Maaf mas, kami salah menyajikan. Ayam goreng ini pesanan bapak pelanggan yang disana', kata pelayan sambil menunjuk seorang pria berbadan kekar dan berwajah preman.      Akan tetapi karena sudah terlanjur lapar, Mukidi ngot...

Perenungan Pribadi Slamet Priyanto

Perenungan Pribadi:          "Sebutir Debupun"      Debu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah: abu, serbuk halus (dari tanah dan sebagainya); duli; lebu: contoh kalimat: angin bertiup dan abu beterbangan ke udara;      Ketika saya naik sepeda motor, walaupun sudah memakai helm dan kaca mata, debu yang terbawa oleh angin masuk ke mata saya. Karena saya menghargai mata saya, motor saya hentikan, sebutir debu di mata saya ambil.      Tentang kita, Tuhan Yesus Kristus berkata bahwa kita ini adalah biji mataNYA. Ulangan 32:10b (TB): "Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya." (JAWA94): "Direksa lan dirimat kaya maniking mripat."      Penyertaan Tuhan kepada kita sempurna sesempurna penyertaanNYA terhadap biji mataNYA, tak sebutir debupun diijinkanNYA mengotori biji mataNYA.      Doa: "BAPA Sorgawi, betapa besar syukur yang kami panjatkan ...

From Rudy Martonos : "Uang"

'U  A  N  G' ⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶• - IBRANI 13:5a - •✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ "Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu."             ADA SEBUAH KARANGAN BAGUS (Ilustrasi): ********************************************************************************* Uang berkata, KENALKAN Namaku : UANG. Nama panggilan : DUIT. Nama guyonan : FULUS. Nama tenar : MONEY. Fisikku lemah, bisa disobek dan dibikin kumal, namun aku mampu merombak tatanan dunia. Aku juga "bisa" merubah prilaku, karena manusia mengidolakan aku. Aku tidak mengerti perbedaan orang baik dan jahat, tetapi manusia memakai aku menjadi patokan derajat, menentukan KAYA dan MISKIN. Aku bukan iblis, tetapi sering orang menyebut aku iblis. Banyak suami istri pisah gara-gara aku, kakak dan adik saling membenci karena aku. Anak dan orangtua berselisih gara-gara aku. Bahkan orang rela membunuh demi aku. Aku bukan Tuhan, tetapi manusia menyembah ak...

Perenungan Pribadi Slamet Priyanto

Perenungan Pribadi:                       "P O N"      Drh. Chaidir yang menuliskan artikelnya di kompasiana.com memulainya dengan ungkapan Latin 'Mens sana in corpore sano' adalah sebuah mahakarya sastra dari seorang pujangga Romawi, Decimus Iunius Juvenalis, dalam Satire X, sekitar abad kedua Masehi. Seiring perjalanan waktu, berabad-abad kemudian, 'Mens sana in corpore sano' dijadikan jargon olahraga dan kesehatan di seluruh dunia, Ungkapan Latin itu diterjemahkan dengan sangat molek. 'Di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat'.      Presiden pertama RI, Bung Karno, menerjemahkan jargon itu dalam program 'Olahraga untuk Nation and Character Building'. Tekadnya tak tanggung-tanggung: 'Jadikan Indonesia salah satu dari 10 besar (the big ten) dunia di bidang olahraga melalui pembinaan olahraga di SD/SLTP/SLTA, karena di sini terdapat bibit-bibit olahragawan, calon-calon juara di kemudian h...

perenungan Pribadi Slamet Priyanto

Perenungan Pribadi:                   "Orang Tua"      Ada pepatah mengatakan: 'kalau orang tua kaya raya, maka anak jadi raja, tetapi kalau anak kaya raya, maka orang tua jadi pembantu dan calon penghuni panti jompo'.      Mengapa demikian? Karena sikap atau rasa hormat terhadap orang tua sudah hilang. Seorang anak berhutang sangat banyak kepada orang tuanya. Orang tualah yang telah memungkinkan mereka lahir, hidup dan berkembang di bumi ini. Tanpa orang tua, tidak pernah ada anak-anak. Terlebih, kita perlu ingat bahwa, masa ketergantungan anak kepada orang tua sangat panjang, bahkan ada yang sampai mati.      Betapa bermaknanya peran orang tua bagi  anak-anak. Hampir-hampir tak tergantikan oleh apa pun dan siapapun. Hutang kita kepada orang tua sebenarnya tak terbayar. Memang ada orang tua yang tidak bertanggungjawab, tetapi walaupun demikian, seorang anak tetap berhutang kepada oran...

Perenungan Pribadi Slamet Priyanto

Perenungan Pribadi:                   "Pemenang"      Tiba-tiba nama Tontowi Ahmad memenuhi halaman media cetak dan percaturan di media elektronik lainnya. Owi, demikian panggilan akrab Tontowi, telah mendulang emas bagi Indonesia di HUT kemerdekaan ke-71 sebagai pemenang  kejuaraan bulu tangkis untuk kategori ganda campuran dalam olimpiade tingkat dunia di Rio de Janeiro, tahun 2016 ini.      Tontowi Ahmad kelahiran Banyumas-Jateng, 18 Juli 1987 (29 tahun) adalah anak dari pasangan Michelle Nabila dan  Harmin. Tiga orang anaknya yakni: Danish, Arsenio, dan Ahmad. Owi yang memiliki tinggi 1,78 m di bawah asuhan pelatih Richard Mainaky dari klub PB Djarum Kudus. Dia ikut klub sejak tahun 2005. Rekor bertandingnya Ranking dunia tertinggi ke-2 bersama Lilyana Natsir.      Penyambutan pahlawan olah raga, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir telah dilakukan kemarin sore, Selasa 23-8-2016...

Perenungan Pribadi Slamet Priyanto

Perenungan Pribadi:                "Tiga Nasihat"      Kisah berikut saya copas dari halaman tetangga. Saya diberkati olehnya, saya ingin Andapun diberkati: 'Seorang pekerja setelah 20 tahun bekerja di kota, sudah saatnya dia pensiun dan pulang kampung. Dia bertemu dengan boss-nya.'      Bossnya bertanya: 'Kamu sudah bekerja di sini selama 20 tahun dengan baik. Saya bertanya: 'Kamu mau uang pensiun 20 tahun atau 3 nasihat saya?''      Si Pekerja berpikir sejenak, lalu memilih, dan menjawab: 3 Nasihat boss.' Lalu sang Boss berkata :      Nasihat pertama :  Jangan pernah cari jalan pintas, tidak ada yang mudah dan gratis di dunia ini; lakukan segala sesuatu langkah demi langkah dengan mantap dan mandiri.      Nasihat kedua :  Terhadap hal yang tidak baik, jangan menaruh rasa ingin tahu yang mendalam, ingat: hal itu bisa merengut nyawamu.     ...

Renungan Pribadi Slamet Priyanto

Perenungan Pribadi:                     "Start"      Saya tertarik oleh perenungan pendeta H. Agus Susanto, S.Pd.K, beliau memberikan akronim 'START' hingga menjadi berkat buat saya.      Adanya langkah awal akan menentukan sebuah karya besar atau prestasi gemilang, sehingga tanpa langkah awal, orang hanya jadi pemimpi. Adanya 'start' orang berpeluang besar untuk mencapai 'finish'. Jangan pernah menunda untuk 'start'. Mulailah melangkah untuk mimpi besar kita dengan huruf-huruf 'S-T-A-R-T'.      S-Stop to dream. Banyak orang hanya pandai bermimpi, berandai-andai, membangun harapan tanpa mau memulai. Bagaimana mungkin itu menjadi kenyataan? Ilustrasi: Ingin jadi dermawan kalau sudah jadi jutawan      T-This time to start- Bukan besok, bukan nanti, tapi hari ini. Jangan suka menunda-nunda! Menunda sama dengan tidak melakukan apa-apa!      Action, Now- ...

Perenungan Pribadi Slamet Priyanto

Perenungan Pribadi:                     "Buah"      Tahun 2006 saya berkesempatan mengantarkan kontingen Pesparawi (paduan suara gerejawi) Jawa Tengah ke Pesparawi Nasional di Medan Sumut. Kesan saya terhadap kota Medan cukup banyak, salah satunya: buah duriannya lebih enak dan lebih murah dibandingkan harganya di Semarang.      Kehidupan yang berdampak ialah kehidupan yang meninggalkan kesan bagi yang baik, bagi orang lain. Seperti halnya kesan saya terhadap buah durian Medan.      Cobalah sejenak kita berandai-andai: 'seandainya aku dipanggil Tuhan saat ini, apa kesan orang di sekitarku: keluargaku, tetanggaku, teman sekolahku, teman kantorku, dll terhadapku: omonganku, buah2 pikiranku, sikap hidupku dsb?'       Saya berpikir sederhana, seperti kata Rick Warren dalam bukunya 'The Purpose of Driven Life' bahwa Tuhan mencipta kita itu punya tujuan, antara lain untuk m...

Perenungan Pribadi Slamet Priyanto

Perenungan Pribadi:            "Kereta Kencana"      Upacara 17-8-2016 yang lalu lain dari yang pernah ada. Kali ini, pihak istana kepresidenan meminjam 'keteta kencana' dari Pemkab Purwakarta untuk membawa bendera pusaka pada perayaan HUT-71 Republik Indonesia 17 Agustus 2016.      Kereta Kencana Ki Jaga Raksa digunakan saat upacara dari Monas menuju ke Istana Negara, demikian penjelasan Kaurops Garnisun Tetap I/JKT Lettu Agus Sugandar di Purwakarta.      Bendera Pusaka Merah Putih yang kisahnya dijahit sendiri oleh Fatmawati, Ibu Negara Indonesia pertama dari tahun 1945 hingga tahun 1967.      Sebenarnya ada opsi meminjam (kereta kencana) dari Surakarta, Yogyakarta, dan Cirebon. Tapi diputuskan, demi efisiensi dan efektifitas, meminjam dari Purwakarta.      Pemkab Purwakarta sendiri memiliki empat kereta kencana yang biasanya diparkir di teras Bale Nagri, kantor pemerin...

Santapan Harian

1 Kor 10: 1-11                     Waspada dalam pergaulan                           Hal yang berharga bagi kehidupan bisa juga mengandung bahaya yang besar. Pisau kecil meski cukup untuk melukai, tetapi tidak sebahaya belati atau kapak. Demikian halnya dengan pergaulan. Pergaulan adalah salah satu karunia mulia untuk hidup manusia. Pergaulan membuat kita mengenal diri, bertumbuh dalam relasi, mengembangkan berbagai fungsi sosial, dan aspek kemanusiaan lainnya. Namun selain merusak diri sendiri, pergaulan yang buruk dapat menyebarkan infeksi kejahatan lebih jauh lagi dalam masyarakat. Kota Korintus, tempat orang Kristen penerima surat ini tinggal, merupakan kota metropolitan yang terkenal dengan gaya hidup yang bebas. Selain godaan kemakmuran (materialitis), berhala dan percabulan juga luar biasa dahsyatnya di sana. Beberapa dari orang Kristen di Korintus sudah t...

perenungan pribadi Slamet Priyanto

                "Jembatan"      Presiden NKRI ke-7, bapak Jokowi pada hari Selasa, 16-8-2016 menyampaikan pidato kenegaraan '71 tahun Republik Indonesia' di depan sidang DPR dan DPD. Ada catatan kecil saya tentang pidato beliau, lantas saya ambil manfaatnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.      Bagian pertama beliau katakan bahwa kemerdekaan yang kita raih adalah 'jembatan' untuk memakmurkan rakyat, menegakkan keadilan, membuat seluruh rakyat Indonesia meraih kemajuan bersama'. Untuk mencapai semua itu, kita harus membangun. Bangunlah jiwanya! Bangunlah badannya! Dari Sabang sampai Merauke harus kita bangun. Dari Miangas hingga Rote. Indonesia harus menjadi bangsa yang maju, bangsa yang berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.      Fokus pertama ialah pada perubahan paradigma, dari konsumtif ke produktif, dari jawa sentris ke Indonesia sentris, regulasi dan birokrasi diperbai...