Postingan

perenungan Pribadi Slamet Priyanto

Perenungan Pribadi:                   "Orang Tua"      Ada pepatah mengatakan: 'kalau orang tua kaya raya, maka anak jadi raja, tetapi kalau anak kaya raya, maka orang tua jadi pembantu dan calon penghuni panti jompo'.      Mengapa demikian? Karena sikap atau rasa hormat terhadap orang tua sudah hilang. Seorang anak berhutang sangat banyak kepada orang tuanya. Orang tualah yang telah memungkinkan mereka lahir, hidup dan berkembang di bumi ini. Tanpa orang tua, tidak pernah ada anak-anak. Terlebih, kita perlu ingat bahwa, masa ketergantungan anak kepada orang tua sangat panjang, bahkan ada yang sampai mati.      Betapa bermaknanya peran orang tua bagi  anak-anak. Hampir-hampir tak tergantikan oleh apa pun dan siapapun. Hutang kita kepada orang tua sebenarnya tak terbayar. Memang ada orang tua yang tidak bertanggungjawab, tetapi walaupun demikian, seorang anak tetap berhutang kepada oran...

Perenungan Pribadi Slamet Priyanto

Perenungan Pribadi:                   "Pemenang"      Tiba-tiba nama Tontowi Ahmad memenuhi halaman media cetak dan percaturan di media elektronik lainnya. Owi, demikian panggilan akrab Tontowi, telah mendulang emas bagi Indonesia di HUT kemerdekaan ke-71 sebagai pemenang  kejuaraan bulu tangkis untuk kategori ganda campuran dalam olimpiade tingkat dunia di Rio de Janeiro, tahun 2016 ini.      Tontowi Ahmad kelahiran Banyumas-Jateng, 18 Juli 1987 (29 tahun) adalah anak dari pasangan Michelle Nabila dan  Harmin. Tiga orang anaknya yakni: Danish, Arsenio, dan Ahmad. Owi yang memiliki tinggi 1,78 m di bawah asuhan pelatih Richard Mainaky dari klub PB Djarum Kudus. Dia ikut klub sejak tahun 2005. Rekor bertandingnya Ranking dunia tertinggi ke-2 bersama Lilyana Natsir.      Penyambutan pahlawan olah raga, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir telah dilakukan kemarin sore, Selasa 23-8-2016...

Perenungan Pribadi Slamet Priyanto

Perenungan Pribadi:                "Tiga Nasihat"      Kisah berikut saya copas dari halaman tetangga. Saya diberkati olehnya, saya ingin Andapun diberkati: 'Seorang pekerja setelah 20 tahun bekerja di kota, sudah saatnya dia pensiun dan pulang kampung. Dia bertemu dengan boss-nya.'      Bossnya bertanya: 'Kamu sudah bekerja di sini selama 20 tahun dengan baik. Saya bertanya: 'Kamu mau uang pensiun 20 tahun atau 3 nasihat saya?''      Si Pekerja berpikir sejenak, lalu memilih, dan menjawab: 3 Nasihat boss.' Lalu sang Boss berkata :      Nasihat pertama :  Jangan pernah cari jalan pintas, tidak ada yang mudah dan gratis di dunia ini; lakukan segala sesuatu langkah demi langkah dengan mantap dan mandiri.      Nasihat kedua :  Terhadap hal yang tidak baik, jangan menaruh rasa ingin tahu yang mendalam, ingat: hal itu bisa merengut nyawamu.     ...

Renungan Pribadi Slamet Priyanto

Perenungan Pribadi:                     "Start"      Saya tertarik oleh perenungan pendeta H. Agus Susanto, S.Pd.K, beliau memberikan akronim 'START' hingga menjadi berkat buat saya.      Adanya langkah awal akan menentukan sebuah karya besar atau prestasi gemilang, sehingga tanpa langkah awal, orang hanya jadi pemimpi. Adanya 'start' orang berpeluang besar untuk mencapai 'finish'. Jangan pernah menunda untuk 'start'. Mulailah melangkah untuk mimpi besar kita dengan huruf-huruf 'S-T-A-R-T'.      S-Stop to dream. Banyak orang hanya pandai bermimpi, berandai-andai, membangun harapan tanpa mau memulai. Bagaimana mungkin itu menjadi kenyataan? Ilustrasi: Ingin jadi dermawan kalau sudah jadi jutawan      T-This time to start- Bukan besok, bukan nanti, tapi hari ini. Jangan suka menunda-nunda! Menunda sama dengan tidak melakukan apa-apa!      Action, Now- ...

Perenungan Pribadi Slamet Priyanto

Perenungan Pribadi:                     "Buah"      Tahun 2006 saya berkesempatan mengantarkan kontingen Pesparawi (paduan suara gerejawi) Jawa Tengah ke Pesparawi Nasional di Medan Sumut. Kesan saya terhadap kota Medan cukup banyak, salah satunya: buah duriannya lebih enak dan lebih murah dibandingkan harganya di Semarang.      Kehidupan yang berdampak ialah kehidupan yang meninggalkan kesan bagi yang baik, bagi orang lain. Seperti halnya kesan saya terhadap buah durian Medan.      Cobalah sejenak kita berandai-andai: 'seandainya aku dipanggil Tuhan saat ini, apa kesan orang di sekitarku: keluargaku, tetanggaku, teman sekolahku, teman kantorku, dll terhadapku: omonganku, buah2 pikiranku, sikap hidupku dsb?'       Saya berpikir sederhana, seperti kata Rick Warren dalam bukunya 'The Purpose of Driven Life' bahwa Tuhan mencipta kita itu punya tujuan, antara lain untuk m...

Perenungan Pribadi Slamet Priyanto

Perenungan Pribadi:            "Kereta Kencana"      Upacara 17-8-2016 yang lalu lain dari yang pernah ada. Kali ini, pihak istana kepresidenan meminjam 'keteta kencana' dari Pemkab Purwakarta untuk membawa bendera pusaka pada perayaan HUT-71 Republik Indonesia 17 Agustus 2016.      Kereta Kencana Ki Jaga Raksa digunakan saat upacara dari Monas menuju ke Istana Negara, demikian penjelasan Kaurops Garnisun Tetap I/JKT Lettu Agus Sugandar di Purwakarta.      Bendera Pusaka Merah Putih yang kisahnya dijahit sendiri oleh Fatmawati, Ibu Negara Indonesia pertama dari tahun 1945 hingga tahun 1967.      Sebenarnya ada opsi meminjam (kereta kencana) dari Surakarta, Yogyakarta, dan Cirebon. Tapi diputuskan, demi efisiensi dan efektifitas, meminjam dari Purwakarta.      Pemkab Purwakarta sendiri memiliki empat kereta kencana yang biasanya diparkir di teras Bale Nagri, kantor pemerin...

Santapan Harian

1 Kor 10: 1-11                     Waspada dalam pergaulan                           Hal yang berharga bagi kehidupan bisa juga mengandung bahaya yang besar. Pisau kecil meski cukup untuk melukai, tetapi tidak sebahaya belati atau kapak. Demikian halnya dengan pergaulan. Pergaulan adalah salah satu karunia mulia untuk hidup manusia. Pergaulan membuat kita mengenal diri, bertumbuh dalam relasi, mengembangkan berbagai fungsi sosial, dan aspek kemanusiaan lainnya. Namun selain merusak diri sendiri, pergaulan yang buruk dapat menyebarkan infeksi kejahatan lebih jauh lagi dalam masyarakat. Kota Korintus, tempat orang Kristen penerima surat ini tinggal, merupakan kota metropolitan yang terkenal dengan gaya hidup yang bebas. Selain godaan kemakmuran (materialitis), berhala dan percabulan juga luar biasa dahsyatnya di sana. Beberapa dari orang Kristen di Korintus sudah t...

perenungan pribadi Slamet Priyanto

                "Jembatan"      Presiden NKRI ke-7, bapak Jokowi pada hari Selasa, 16-8-2016 menyampaikan pidato kenegaraan '71 tahun Republik Indonesia' di depan sidang DPR dan DPD. Ada catatan kecil saya tentang pidato beliau, lantas saya ambil manfaatnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.      Bagian pertama beliau katakan bahwa kemerdekaan yang kita raih adalah 'jembatan' untuk memakmurkan rakyat, menegakkan keadilan, membuat seluruh rakyat Indonesia meraih kemajuan bersama'. Untuk mencapai semua itu, kita harus membangun. Bangunlah jiwanya! Bangunlah badannya! Dari Sabang sampai Merauke harus kita bangun. Dari Miangas hingga Rote. Indonesia harus menjadi bangsa yang maju, bangsa yang berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.      Fokus pertama ialah pada perubahan paradigma, dari konsumtif ke produktif, dari jawa sentris ke Indonesia sentris, regulasi dan birokrasi diperbai...

perenungan pribadi Slamet Priyanto

Perenungan Pribadi:                 "Merdeka!"      Ir. Soekarno sebagai presiden pertama NKRI berkata: 'bangsa yang besar ialah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya'. Orang-orang di balik layar, tidak harus orang ternama, tetapi orang-orang kecil yang punya andil besar dalam ikut serta mengukir sejarah merdekanya NKRI. Mereka perlu kita kenang dan kita berikan penghargaan sebagai 'pahlawan kesuma bangsa'.      Bung Karno, begitu sebutan buat sang proklamator negeri ini bilang: 'jas merah' (jangan sekali-kali melupakan sejarah).      Detik-detik menjelang kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, Rengasdengklok ternyata menyimpan sejuta kenangan terukirnya kemerdekaan negeri ini: 'ada tempat terciptanya naskah Proklamasi, ada orang yang gubugnya direlakan jadi tempat sang proklamator dkk tinggal bermalam pada tanggal 16-8-1945'.      Nama orang itu Djiaw Kie Siong warga Tionghoa l...

perenungan pribadi Slamet Priyanto

Gambar
⁠⁠[22:58, 8/15/2016] +62  ⁠ ⁠⁠[23:01, 8/15/201 ⁠⁠⁠⁠⁠ ⁠⁠⁠⁠ ⁠⁠[23:19, 8/15/2016] Sopar Sitorus:  ⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠ ⁠⁠[23:20, 8/15/2016] +62 877-2228-7763 ⁠⁠[23:24, 8/15/2016] +62 877-2228-7 ⁠⁠ ⁠⁠⁠⁠ ⁠⁠[23:26, 8/15 ⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠ ⁠⁠[05:32, 8/16/2016] Slamet Priyan "Guru" Sebagai insan pendidik, saya merasa hancur hati ketika menyaksikan Metro TV hari Minggu, 14-8-2016 pukul 13.00 dimana ada seorang guru SMK2 Makasar bernama Dahrul pengampu mata pelajaran Arsitek dipukul orang tua murid hingga harus masuk rumah sakit, dioperasi dan dinyatakan cacat tetap. Kejadiannya berawal saat Dahrul tiba di kelas 2.2 sekitar pukul 08.00 Wita, dia meminta siswa-siswanya mengeluarkan alat gambar. Namun, MA, salah satu muridnya tidak membawa satupun alat yang ditugaskan, berupa pensil, mistar, dan buku gambar. 'Tapi saya tidak personalkan itu', kata Dahrul di Mapolsek Tamalate. Dasrul jeng...

Pelayan TUHAN sebagai teladan

Pelayan TUHAN sebagai teladan Mengapa banyak pelayan Tuhan tak bisa memberikan teladan yang baik? Mengapa sulit menjadi teladan? Khususnya bila menyangkut sikap dan perilaku di seputar uang, harta milik, atau fasilitas. Penyebabnya adalah karena yang bersangkutan tidak menempatkan hak dan pengorbanan secara tepat dan seimbang. Pertama, pelayan Tuhan harus hati-hati tentang haknya. Sifat dosa dapat membuat pelayan Tuhan egois sehingga bukan melayani sebaliknya menuntut pelayanan. Tak tertutup kemungkinan malah menjadikan Tuhan sebagai pelayan kepentingan dan kehormatan dirinya. Sebagai rasul, Paulus sebenarnya sudah berbuat sangat banyak. Secara manusiawi ia boleh disebut telah membuat jemaat Korintus berhutang Injil kepada Paulus. Maksudnya, pelayanan Pauluslah yang telah membuat mereka mengenal Kristus. Kegigihan dan pengorbanan Paulus telah menghasilkan banyak karunia yang dinikmati jemaat Korintus. Maka sebenarnya Paulus berhak atas hal-hal yang wajar, seperti membawa istri, b...

Kelas On Line Komunitas Terang Bagi Kota. Minggu 14 08 2016

Kelas on line 14 Agustus 2016 Injil Markus Sebagian besar dari kita, orang kristen, kurang mengenal Markus sang penulis Injil, ini yg membuat saya sedikit minat untuk berbagi tentang penulis ini Yohanes Markus yg menjadi penulis kitab Injil Markus ini diperkirakan menuliskannya pada thn 55-65M dimasa dia menjabat uskup Alexandria Alkitab mencatat bahwa ia adalah keponakan dari Barnabas yg menemani Paulus pada misi penginjilanya yang pertama Keluarga Yohanes Markus cukup kaya, rumah Ibunya “Maria” sering dijadikan tempat ibadah Di Yerusalem. (Kisah rasul 12:12) Pada misi Paulus pertama bersama Barnabas (Kisah rasul 12:25) ini Yohanes Markus meninggalkan team di Pafos dan kembali ke Yerusalem Dalam Kisah Para Rasul 15 dituliskan mengenai perselisihan antara Paulus dan Barnabas. Perselisihan ini sepertinya sepele. Waktu itu Paulus berencana untuk melanjutkan pekabaran Injil dengan cara kembali ke kota-kota yang pernah mereka kunjungi. Waktu itulah Barnabas mengajukan supa...

late post

Gambar
 nyantai dulu foto bareng @ baksos Bale Endah  pa Kiman in Action baksos waktu banjir @ Andir RW 13, Bale Endah  Ka Henny Patmos in action Bak Sos waktu banjir @ ndir Bale Endah Bandung  Rikih in Action tenteng buleng baksos banjir @ Andir Bale Endah  Rikih stroke ke 2 di jenguk Bro Arna  Rikih stroke ke 2 di jenguk TGI Camp Bandung (kaos biru bro Wirawan n pa ketu Yohanes Hans  di jenguk anak2 muda Geneo PPL Setia Budi,yang paling gede pembinanya bro Budi Yulianto  diKediri ikut acara Wisudaanbareng ka Bu Elly R, Ka Henny, Pa Kim An mulai pelayanan lagi setelah serangan Stroke ke 2 bareng TGI Camp Bandung bagi-bagi Alkitab di sekolah Pelita Bangsa Soeta Bandung (kika: pembina rohani PB pa Joshua,pa Sopar,                          pa ketu Yohanes Hans dan Rikih

kegiatan admin, anggota & parisipan grup Terang Bagi Kota

Gambar
Rikih bersama bapak Kiman (depan). ka Henny & bu Elly Ramali (gembala Patmos) dalam sebuah kegiatan ( undangan Alfa)