Ketamakan dan Berkat Allah “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya” 1 Yohanes 2:15 Kita perlu mengawasi hidup kita terhadap cinta akan kekayaan dan kepentingan duniawi. Semua cinta akan harta benda duniawi, bukanlah suatu dosa. Keindahan kekayaan hanyalah satu tetes dari kasih-Nya dan menyatakan tanda kebaikan-Nya. Semua itu mengobarkan kasih kita kepada-Nya bagaikan tanda kasih seorang sahabat karib. Mengasihi harta benda merupakan kewajiban, bukan dosa. Semua berkat2 duniawi merupakan alat untuk menopang fisik kita, dan memelihara kehidupan dan kesehatan kita, sebagaimana kita memang berhutang untuk melayani Allah di dunia dalam perjalanan kita menuju surga. Kita mengasihi materi sebagai alat bantu jarak jauh bagi keselamatan kita. Kekayaan juga dapat memampukan kita membantu melegakan kebutuhan saudara seiman kita, demikianlah kita dapat menyukai dan bersyukur atas semua materi. Keberdosaan dalam mencintai kekayaan adalah apabila kekayaan dicintai, diingin...
Perenungan Pribadi: "Kesempatan" Kesempatan hidup di bumi ini ada kaitannya dengan umur. Umur manusia itu relatif, ada yang bisa mencapai 100 tahun atau ada yang hanya beberapa detik setelah lahir terus meninggal, sama-sama 'terbatas'. Apa yang dapat dicatat oleh orang lain pada saat kita sudah tidak berdaya di peti mati selama kita menjalani umur kita? Uangkah? Kerjakah?Tahtakah? Atau? Umur terbatas, uang-kerja-wanita-tahta juga terbatas, artinya, bila di sepanjang umur kita yang terbatas itu yang kita cari hal-hal terbatas itu, sia-sia kita ini hidup. Tak ubahnya kita 'menjaring angin', nihil. Lantas? Kalau Tuhan dan pekerjaanNYA yang kita cari, pada saat kita terbujur di peti mati, apa yang dapat dicatat oleh orang lain tentang kita? Tentu 'kemuliaan'NYA. Apakah kita bisa menemukan 'kemuliaan'NYA di perenungan ini, saya tidak tahu? Tapi da...
Perenungan Pribadi: "Jujur, ajur?" Pilkada (pemilihan kepala daerah) serempak sebentar lagi, pemerintah melalui KPU (Komisi Pemilihan Umum) telah menetapkan besok tanggal 15 Februari 2017 pilkada diikuti oleh 101 daerah dari tingkat provinsi, kota dan kabupaten. Kini bermunculan orang2 yang minta dipilih sebagai pemimpin masa depan. Tentu kita sudah harus makin bijak, cari dan pilih orang jujur, cari bukti bukan janji. Akar pahit masa lalu 'banyak pemimpin 'tukang kibul' kita jadikan pengalaman berharga seumur hidup. Orang jujur dan tulus hati akhir-akhir ini bak manusia langka. Untuk mencari orang jujur sama dengan mencari jarum dalam tumpukan jerami. Pungli terdapat hampir di semua lini, itulah negeri ini saat ini. 'Revolusi mental'nya Jokowi kita berikan dukungan berarti, perkara kita suka apa tidak suka dengan Jokowi itu soal nanti. Sebagai dosen, saya...
Komentar
Posting Komentar